Halaman

Visit Hanumrais.com
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Digitalisasi telah menjadi kata kunci dalam lingkungan bisnis. Terutama saat pandemi, perusahaan berada di jalur cepat untuk mendigitalkan semua proses dan fungsi bisnis mereka, tidak terkecuali proses SDM. Menariknya, dalam beberapa strategi digital, proses absensi karyawan tidak menjadi prioritas digitalisasi. Sebagian bisnis masih mempertahankan absensi manual.

Alasan Kenapa Absensi Manual Tidak Lagi Relevan di 2021
Padahal, analisis dan pengalaman praktis bertahun-tahun menunjukkan bahwa digitalisasi dari "tugas-tugas yang tampaknya tidak penting" memiliki banyak manfaat, termasuk:

  • Menyimpan aset di beberapa segmen bisnis
  • Menyediakan waktu untuk tugas yang lebih rumit
  • Menjaga motivasi kerja yang tinggi di antara karyawan
  • Memberikan wawasan mendalam tentang cara karyawan dikelola di perusahaan Anda, yang berkontribusi pada keunggulan kompetitif jangka panjang
  • Lebih sedikit kesalahan dan statistik yang lebih baik

Manfaat tersebut tentu juga berdampak sama pada sistem absensi karyawan. Maka tak heran, sejak segala hal beralih online, beberapa perusahaan mulai beralih ke attendance management software.

Untuk lebih jelasnya, pada ulasan kali kita akan melihat beberapa alasan utama kenapa Anda perlu meninggalkan absensi karyawan manual yang tidak relevan di era saat ini.

1. Absensi Manual Menyebabkan Kesalahan Pemrosesan Penggajian


Ada banyak hal kenapa absensi manual menggunakan excel dapat menyebabkan kesalahan pemrosesan penggajian, termasuk data yang tidak lengkap, human error, hilangnya dokumen, hingga absensi yang perlu diulang pada tanggal tertentu karena satu dan lain hal. Semua ini tentu dapat menyebabkan biaya yang jauh lebih tinggi.

Dengan penggunaan solusi digital, seperti Talenta, semua masalah ini dapat diselesaikan. Aplikasi absensi karyawan Talenta mengingatkan karyawan untuk check-in dan check-out, tidak ada dokumen yang hilang, dan data sampai ke departemen HR dengan tepat waktu.

Distribusi, pengumpulan, pemrosesan, menjadi lebih mudah. Versi digital juga jauh lebih transparan, dan karyawan lebih sulit memalsukan jam kedatangan atau jam pulang kerja.

2. Absensi Excel Menyebabkan Penurunan Produktivitas Kerja


Berdasarkan kuesioner web, 46,7% responden mencatat waktu ketidakhadiran seperti liburan, cuti sakit, perjalanan bisnis, dan lain-lain masih dalam bentuk manual, dan sebanyak dua pertiga (69,5%) responden juga mencatat pekerjaan lembur dengan cara manual.

Padahal jika dibandingkan dengan spreadsheet manual, attendance management software yang memuat proses pengajuan cuti, pengajuan izin sakit, dan persetujuan atasan langsung dari smartphone membuat pekerjaan jauh lebih cepat, lebih produktif,mudah, dan bebas dari kesalahan.

Menerapkan pekerjaan sederhana secara digital, tentu menghemat banyak waktu bagi setiap perusahaan, yang kemudian dapat dihabiskan untuk tugas yang lebih penting dan berkontribusi pada nilai yang lebih tinggi.

3. Tidak Ada Cara untuk Menjadwalkan secara Efektif dengan Absensi Manual


Dengan absensi online, Anda dapat mengatur waktu karyawan dengan lebih efisien. Misalnya, jika analisis data tim HR menunjukkan kepada Anda jam lembur di satu departemen, atau banyak cuti sakit di departemen lain, ini memberi Anda kesempatan untuk bertindak tepat waktu dan efektif.

Anda dapat dengan mudah menemukan akar masalah dan akhirnya memutuskan tindakan yang perlu diambil. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan sumber daya yang terbatas secara efisien serta menghemat waktu untuk departemen HR, yang dapat berfokus pada tugas-tugas strategis.

Melalui penggunaan penjadwalan otomatis, penjadwalan waktu kerja di Talenta memungkinkan manajer untuk membuat dan mengelola jadwal untuk kelompok karyawan yang lebih besar.

Manajer dapat menjadwalkan jam kerja secara real time sesuai dengan keinginan karyawan dan kebutuhan bisnis. Baik itu jadwal harian, mingguan, atau bulanan terlihat di dashboard Talenta.

4. Sulit Mengatur Waktu Lembur maupun Ketidakhadiran Karyawan


Dengan attendance management software, mengelola lembur dan absensi menjadi jauh lebih mudah. Ketidakhadiran dapat diminta dan disetujui dengan menggunakan aplikasi. Ada juga statistik terperinci tentang frekuensi ketidakhadiran berdasarkan waktu, dan gambaran umum yang lebih baik tentang periode lembur.

Di tingkat perusahaan, manajemen lembur dan ketidakhadiran yang tepat dapat membantu mengidentifikasi apakah secara finansial lebih baik dan lebih layak untuk menerapkan kerja lembur daripada mempekerjakan karyawan baru, yang dapat menghemat anggaran tahunan.

Perencanaan sesuai kebutuhan di lapangan merupakan salah satu elemen dasar dalam menjaga produktivitas yang tinggi, khususnya di bidang manufaktur, retail, call center, perhotelan, kesehatan, dan logistik.

5. Langsung Mengetahui Absensi Melalui Aplikasi Online


Survei menunjukkan bahwa sepertiga (35,5%) perusahaan tidak memiliki gambaran umum tentang berapa banyak karyawan yang datang untuk bekerja pada hari tertentu, dan kapan. Hal ini karena mereka sama sekali tidak melacak jam kerja karyawan.

Sebetulnya, dengan mengetahui karyawan mana saja yang datang maupun tidak, dapat mempermudah tim untuk mengerjakan tugas-tugas yang urgensi yang perlu diganti sementara. Terlebih, jika karyawan yang berhalangan hadir secara tiba-tiba karena sakit dan lain hal.

Jadi, apakah Anda masih melacak absensi karyawan secara manual? Percayalah, cara ini tidak optimal. Coba solusi aplikasi absensi online Talenta secara gratis dan lihat sendiri betapa nyamannya menggunakan digital dengan attendance management software Talenta.

Alasan Kenapa Absensi Manual Tidak Lagi Relevan di 2021

Hanumrais.com - Kekeliruan dalam membuat suatu simbol merek dan syarat pendaftaran merek tentu saja ialah hal yang lumrah. Apa lagi bagi beberapa pemula yang baru coba belajar.

Walau demikian, kekeliruan itu harus dijauhi karena peranan simbol sangat penting untuk perusahaan.

Simbol adalah muka dan identitas dari sebuah perusahaan atau usaha. Maka bila kamu ingin membuat simbol yang gampang dikenang oleh beberapa orang, seharusnya jauhi kekeliruan saat membuat.

Ingin tahu apa kekeliruan dalam membuat simbol yang kerap dilaksanakan oleh pemula?
Pendaftaran merek dan Kekeliruan Membuat Simbol yang Kerap Dilaksanakan Pemula

1. Begitu Mengikuti Trend


Trend di dunia desain benar-benar sangat bermacam dan dapat jadi referensi dalam membuat simbol. Tetapi, bukan bermakna kamu dapat cuman memercayakan trend sebentar saat membuat suatu simbol.

Sama seperti yang diterangkan di artikel ini, masih lumayan banyak pendesain grafis yang membuat kekeliruan dalam membuat simbol karena mereka cuman tergantung pada trend terkini.

Walau sebenarnya, dalam membuat simbol semestinya jadi perhatian juga arah dan nilai dari usaha. Maka tidak dapat simbol dibikin cukup dengan mengikuti trend yang ramai dibicarakan.

Satu trend pasti tidak bertahan selama-lamanya dan pasti terpindahkan dengan trend lainnya. Itu kenapa tidak boleh begitu mengikuti trend saat membuat suatu simbol merek.

2. Design yang Begitu Susah


Design simbol yang susah tidak mempermudah orang saat mengingatnya. Itu kenapa, seharusnya jauhi membuat design yang begitu kompleks.

Kesederhanaan bukan bermakna buruk. Malah, simbol yang simpel akan dipandang lebih menarik dan gampang dikenang oleh audience sebagai syarat pendaftaran merek.

Kekeliruan dalam membuat simbol ini sering dilaksanakan oleh pemula karena mereka berasa simbol yang susah akan lebih bagus.

Walau sebenarnya, satu simbol yang memikat adalah yang simpel, efisien, dan bisa menyuguhkan nilai dari merek atau perusahaan.

3. Penyeleksian Warna yang Jelek


Salah satunya kekeliruan umum dalam membuat simbol ialah penyeleksian warna yang jelek.

Sebagai seorang pendesain tentu saja harus berhati-hati ketika menentukan warna untuk simbol. Masalahnya warna bisa menggambarkan nilai dari merek dengan syarat pendaftaran merek.

Harus ada proses penyeleksian warna yang lumayan panjang untuk sebuah simbol. Bila warna yang diputuskan tidak sesuai citra merek atau perusahaan, tentu saja akan susah dikenali oleh khalayak.

Disamping itu, banyak pula pendesain pemula yang coba melakukan eksperimen membuat satu simbol dengan memberi kebanyakan warna.

Walau sebenarnya, saat memakai warna yang terlalu berlebih karena itu dapat membuat watak merek jadi tidak terang.

Itu kenapa, proses ambil keputusan untuk pilih warna jangan diacuhkan karena hal yang ini benar-benar punya pengaruh pada nilai simbol.

4. Memakai Font yang Tidak Pas


Selain penyeleksian warna, seorang pendesain perlu cari tahu seperti apakah font yang pas dipakai untuk bikin simbol.

Pilih font bukan hal yang gampang. Kita harus cari tahu apa pesan yang ingin dikatakan oleh merek hingga tidak bakal ada kekeliruan saat menentukan font dengan syarat pendaftaran merek.

Looka mengatakan jika font yang dipakai sebaiknya sesuai watak produk atau service yang dijajakan.

Misalkan, kamu akan membuat simbol dari sebuah perusahaan berbasiskan tehnologi. Tentu saja font yang susah atau kuno bukan opsi yang tepat.

Perusahaan berbasiskan tehnologi tentunya makin lebih pas memakai font yang kekinian atau bahkan juga modern.

5. Design Tidak Orisinal


Otensitas ialah hal yang terpenting dalam membuat design simbol. Sebaik apa saja simbol bikinanmu, tetapi bila begitu serupa dengan simbol lainnya tentu saja tidak bisa dibanggakan.

Kekeliruan dalam membuat simbol yang ini masih kerap terjadi. Masalahnya dalam membuat simbol kita perlu cari ide.

Tetapi, kadang bukan ide yang didapat. Tetapi hasil design simbol yang begitu serupa dengan simbol dari merek lain.

Sebagai seorang pendesain, semestinya kamu menjauhi dari kekeliruan yang ini. Tentu saja kamu tidak mau dikatakan sebagai seorang plagiat, kan?

Sitepoint menerangkan jika seorang pendesain jangan malas untuk lakukan penelitian dan selalu harus mempunyai gagasan yang orisinal.

Pendaftaran merek dan Kekeliruan Membuat Simbol yang Kerap Dilaksanakan Pemula

Hanumrais.com - Bagi para pembaca yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, maka ketahuilah cara mendapatkan passive income atau penghasilan pasif. Jika Anda memiliki passive income maka Anda tidak akan perlu bergantung pada satu sumber penghasilan saja seperti penghasilan di kantor.

Memiliki beberapa sumber penghasilan merupakan hal yang sangat penting pada jaman sekarang. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan sangat membantu di saat Anda mengalami masa ekonomi yang sulit.

Apa Itu Passive Income?

Beberapa Cara Mendapatkan Passive Income

Passive Income adalah sebuah jenis penghasilan yang tidak dihasilkan secara langsung, bisa juga Anda artikan passive income sebagai pendapatan yang bisa Anda meskipun tidak aktif bekerja. Kalo bahasa New York , Pendapatan yang datang sendiri meskipun sedang tidur.

Berbeda dari Active Income yang seperti bekerja dari kantor serta membutuhkan waktu dan tenaga secara langsung untuk mendapatkan suatu penghasilan. Dengan begitu apakah dalam mendapatkan passive income itu tidak memerlukan tenaga sama sekali?

Tentu saja tidak begitu! Justru ada beberapa hal yang harus dibangun terlebih dulu sebelum dapat menikmati passive income. Hal ini juga membutuhkan waktu serta tenaga.

Misalnya, ketika membuka online course untuk memulai passive income, tentunya harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk membuat konten course-nya. Ketika orang-orang mulai mendaftar, barulah Anda dapat menikmati hasil passive income.

Kunci sukses yang harus dimiliki saat membangun passive income adalah kesabaran. Terkadang membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam menunggu passive income yang dibangun. Namun, seiring berjalannya waktu, lambat laun hasilnya pasti akan terlihat. Konsisten sangat diperlukan dalam membangun passive income yang Anda inginkan.

Cara dan Tips Mendapatkan Passive income


Ada banyak sekali passive income yang bisa dicoba. Berikut akan dijelaskan berbagai cara yang efektif untuk membangun passive income.

1. Menjual stok foto


Jika berbakat dalam bidang fotografi serta memiliki perangkat yang memadai, cobalah untuk menjual foto yang dimiliki ke internet. Mungkin Anda pernah download aset digital berupa foto di iStock, Shutterstock, ataupun 500px. Nah, Anda juga dapat menjual foto hasil tangkapan visual Anda ke sana, loh!

Foto-foto yang ada di platform tersebut tentunya akan digunakan oleh para content creator yang membutuhkan aset digital pada produknya. Oleh karena itu, pastikan foto yang Anda upload memiliki tema yang cukup jelas atau cerita dalam foto tersebut.

Sebaiknya kaitkan foto yang akan ditawarkan dengan keyword atau kata kunci tertentu untuk membuatnya relevan dengan topik tertentu. Jangan lupa juga untuk memastikan kebijakan platform dalam hal pembagian keuntungan serta prosedur pembayaran.

2. Membuat E-Book


Punya hobi menulis? Gunakanlah hobi tersebut sebagai passive income. Anda dapat menulis mengenai apapun, baik genre fiksi dan non fiksi. Lalu kemaslah dengan semenarik mungkin dalam bentuk e-book. Sebelum membuat e-book, ketahui dulu apa yang ingin dicapai.

Apakah ingin membahas topik tertentu secara mendalam? Topik yang dapat memecahkan suatu masalah? Atau hanya sekedar sebagai hiburan untuk pembaca? 

Apapun itu, pastikan tujuannya dapat menjawab ekspektasi pembacanya. Itulah alasan mengapa Anda harus tahu siapa target pembaca Anda dan apa yang bisa membuat mereka tertarik pada e-book yang Anda jual.

Setelah dirasa e-book siap untuk dipublikasi, ada dua cara yang bisa dicoba, yaitu:
 
  • Mengirim ke platform penerbit. Contoh Amazon KDP (Kindle Direct Publishing) dan NulisBuku. 
  • Menerbitkan e-book di platform sendiri. seperti, Anda membuat website untuk jual e-book dengan memanfaatkan plugin seperti Sell Digital Downloads.

Pastikan juga untuk mempromosikan e-book di berbagai platform, mulai dari website, media sosial hingga e-mail.

3. Membuat online course


Gunakanlah keahlian khusus yang Anda miliki. Anda bisa membagikan ilmu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bukankah menarik? Tapi bukankah sekarang sudah banyak yang membagikan ilmu dengan gratis di platform YouTube?

Untuk itu, di sinilah Anda dapat mencari cara untuk membuat kursus online dengan lebih menarik. Salah satunya dengan membahas topik yang lebih mendalam. Berikan trik khusus yang belum diajarkan kursus online lainnya dengan menjanjikan output secara jelas.

Buat pula materi yang lebih mudah untuk dipraktikkan. Misalnya dengan melakukan studi kasus atau tidak terlalu fokus pada teori saja, yang mana bisa membuat konsumen lebih mudah bosan.

4. Memasang iklan di blog


Sudah tahukah kalian jika blog yang Anda buat dapat menghasilkan penghasilan dari setiap postingan yang dipublikasi? Hal yang bisa Anda lakukan adalah menghubungkan blog dengan Google AdSense untuk menambahkan penghasilan Anda.

Anda akan mendapatkan keuntungan setiap kali pengunjung menekan iklan di postingan yang sudah Anda buat. Setelah akun Google AdSense aktif, ada 2 cara yang dapat dipilih dalam menampilkan iklan, yaitu:
 
  • Auto Ads, Secara otomatis Google akan memilihkan tipe iklan mana yang tepat untuk postingan Anda. Pengaturan ini adalah pilihan yang tepat apabila Anda memasang iklan pada blog dengan cepat dan mudah.
  • Ad Units, Dengan melakukan pengaturan ini Anda dapat menentukan tipe, ukuran dan posisi iklan dalam postingan secara mandiri. Tidak usah khawatir, Google sudah membuatkan panduan lengkapnya untuk menggunakannya.

Dalam mendapatkan passive income dari blog juga membutuhkan kesabaran. Diperlukan konten yang berkualitas serta konsisten agar dapat menarik pembaca yang loyal. Jumlah traffic yang cukup besar akan membuat kemungkinan iklan yang ada untuk diklik pembaca.

Itulah artikel mengenai cara mendapatkan passive income. Manfaat dari pendapatan dari memiliki passive income dapat dirasakan saat mengalami masa-masa yang sulit. Selain itu, jika sumber utama penghasilan sedang surut, passive income akan sengat membantu.

Beberapa Cara Mendapatkan Passive Income

Hanumrais.com - Why trademark indonesia experience issues throughout the dilemma healing stage?

Because of safety concerns, there is a considerable decrease in individuals purchasing products or getting solutions. This reduced demand is also triggering a considerable effect on economic climates around the world.

Whenever the globe is hit by a dilemma, it sends out a unexpected shockwave in the whole community. Individuals are scared, nervous, and confused. There's a considerable loss of trust, individuals are slow in their approach and take calculated actions.
Trademark indonesia Experience Throughout Dilemma Healing

The present pandemic is having actually a much deeper impact. Never ever has the globe skilled such huge, nationalized and local lockdowns in most components of the globe. Individuals are encouraged to minimize social communications and stay inside your home as long as feasible.

This has made the globe we live in really ridiculous, i.e. our experiences of the globe through the 5 basic human detects (view, listening to, smell, preference, and touch) have become seriously limited. 

Lengthy gone are the days when individuals hugged/shook hands when meeting other individuals or common giggling or banter as they managed in between jobs. Individuals no much longer feel free to please street-food yearnings whenever they want neither do they capture a whiff of their favorite meal as they go by a dining establishment.

With limited social communications, everyday human experiences have changed significantly therefore have human belief and habits. For most of individuals, the sensory experience nowadays is as complies with:

If this worry remains, how will the trademark indonesia and companies ever recuperate?

For this, it's important to understand how a human mind acts. Whenever there's any risk involved, individuals act such as a thermostat (consider AC, iron, fridge, and so on.). Just in this situation it happens in their minds and is called risk homeostasis.

This idea of Risk Payment or Peltzman Effect wased initially postulated in 1975 by economic expert Sam Peltzman in the context of enhancing traffic accidents when the use safety belt was made mandatory.

When a dilemma strikes, individuals subjectively assess the cost and benefit of careful and risky habits. The degree of risk at which the net benefit is made the most of is called the target risk and this remains continuous for any particular circumstance. Let us consider the present pandemic:

Companies and trademark indonesia throughout the globe can take hints from this approach. What they need to do is to bring the consumer's perceived risk less than the total risk at any provided moment.

In a dilemma circumstance, individuals are worried about their safety over anything else. Individuals still have dreams, yearn for to try a brand-new meal, purchase a brand-new car, or travel to their dream location. But they are anxious to earn the move.

When individuals undergo these experiences, they recognize that isn't that bad. They develop a psychological link and their perceived risk reduces further, so they become available to attempting again - and trademark indonesia commitment increases.

How brand names can take advantage of sensory marketing to produce an unforgettable brand name experience?

Sensory marketing is formerly used by brand names to stimulate human feelings and make them more likely towards their brand name compared with their peers

Considering the new reality, brand names need to take up the sensory marketing approach in 2 stages:

1. Make the customers want to try the item


In this stage, brand names need to push the customers to take item tests at the very least once. While companies would certainly be hard-pressed on cash, they need to understand that marketing would certainly play an important role in restoring customers and they can't afford to stay quiet throughout this time around.

2. Make the customers stick


Once customers have been pushed for test, it's important to ensure that their experience is smooth and leave them happy.

Trademark indonesia Experience Throughout Dilemma Healing