PENGUMUMAN: "Jangan Lupa, SAKSIKAN film 99CahayaDilangitEropa part 2, hanya di bioskop jaringan XXI dan 21."

Sinopsis "99 Cahaya di Langit Eropa"

Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.

Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.

Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.

Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna.

Aku teringat kata sahabat Ali RA:
Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra di mana banyak ciptaan ciptaan Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.(Ali bin Abi Thalib RA)

110 comments :

  1. Menapak Jejak Amien Rais, untuk pertama kalinya saya mengenal Mba Hanum. Karya-karya Mba sangat menarik. Bagaimana cara memulainya menulis mba? Kadang-kadang saya suka kesulitan memulainya, padahal ide-ide dan pengalaman sudah menumpuk di kepala. Mohon masukannya. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear mba endang,
      terimakasih atas apresiasinya. Menurut kata bijak, dimulai lebih awal dari langkah-langkah yang kecil. Jadi silahkan mba tuliskan saja yang menumpuk di kepala itu, ditatanya belakangan. Takutnya yg ditumpuk itu nantinya malah ilang
      Jangan ditunda mba.

      Semoga berhasil mba.

      Delete
    2. Assallamuallaikum bu hanum, saya sangat penasaran dgn tokoh fatma pasha....apakah yg beliau nyata? Dan jg d filmnya d sebutkan bahwa beliau (fatma) memiliki Facebook, boleh tau idnya?

      Delete
  2. hai mba hanum, jujur sejak saya baca novel mba hanum saya jadi kepengen ke turki, spanyol, dan wina. Alhamdulillah ketika umroh kemarin saya bisa mengunjungi Turki. Kagum dan haru ketika lihat peninggalan Islam disana apalagi ketika lihat peninggalan Rasulullah di Topkapi. Izin saya juga mau membahas buku mba hanum di blog saya http://whenimetlativa.blogspot.com/. Lagi semangat penasaran mau nonton novelnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Feel free to share it Sasha.
      Jangan lupa link hanumrais.com ditulis ya dalam tulisannya.

      Delete
    2. Puji Tuhan, saya sebagai orang Kristen sangat aprisiet terhadap misi perdamaian yang diusung. Mungkin selama ini yang populer bertema kekerasan, intolerance. Perdamaian dan pengampunan, rendah hati dan murah hati adalah inti ajaran Kristen. Agama hanyalah Kristalisasi dari kepercayaan, tetapi iman lebih penting. Tuhan itu Mahabesar, kita hanya mampu memahaminya sebatas kemampuan pikiran kita. Kita tak akan bisa memahamiNya secara total, Karena pikiran kita ibarat sebutir pasir di tepi pantai ..Maka Pantaskah kita membusungkan dada dan menyombongkan diri seolah kita yang paling benar hadapanNya?? Saya pun mengalami hal yang sama beriman sebagai minoritas..Pengalaman dihina, dijauhi dan dianggap MURTAD hampir menjadi menu setiap hari.. Justru saya merasa agama yang saya imani semakin tidak tergoyahkan..Tuhan Memberkati.

      Delete
    3. Mas lucas salah. Tuhan harus bisa kita fahami. bila nggak maka dia bukan Tuhan yang sebenarnya, tapi tuhan yang direkayasa oleh akal manusia. Alhamdulillah, sebagai seorang muslim, hingga kini saya dapat memahami Tuhan saya secara utuh, oleh sebab itu saya nggak pernah ragu dan masih tetap beriman kepadaNya.

      Delete
    4. otak kita terbatas, jangankan memikirkan Tuhan, memikirkan ciptaanNya saja sudah kualahan, semakin sering dan semakin dalam kita memikirkan ciptaanNya maka semakin dekat kita denganNya. Dan pada akhirnya, kita akan mengakui kebesaran Tuhan dan kita akan mengetahui bahwa Tuhan tidaklah samasekali menyerupai mahluk(baik manusia, malaikat, dsb)

      Delete
    5. dulu mungkin hanya bermimpi bisa ketemu sama penulis buku best seller 99 cahaya di langit eropa ini. ketika itu saya masih kelas 1 SMA. saya benar-benar terbawa oleh arus dalam cerita 99 cahaya di langit eropa. hingga kepingin sekali ketemu dengan penulis bahkan sampai pengen banget bisa menempuh pendidikan di disana (RWTH, Aachen Jerman). Meski tidak 1 negara dengan austria. tapi paling tidak bisa merasakan bagaimana hidup di eropa.
      1 mimpi yang dulu saya hayalkan bisa tercapai, yaitu ketemu langsung dengan mbak hanum dan mas rangga ketika bedah buku dan film 99 cahaya di langit eropa di kampus tercinta saya Universitas Paramadina.
      salam sukses ya mbak hanum.

      Delete
  3. mba hanum memang hebat, jujur novel ini sangat memotivasi saya.... dan telah membuat saya menjadi penulis kecil ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba harum novelnya bagus dan pemainnya juga ada idola saya.
      saya sudah baca sinopsis dan download novel pdfnya. saya ingin izin membahas novelnya diblog saya yah mba. http://kikify.blogspot.com/ :)

      Delete
    2. mba hanum penasaran deh sama novelnya, kalau boleh tau ini kisah nyata siapa mba??
      buat Kiki fitriyani, aku boleh minta link buat download novelnya nggak?? terima kasih sebelumnya

      Delete
    3. Untuk mb Kiki Fitriyani,boleh donk Saya meminta link buat donwload cz q juga sangat penasaran,,

      Delete
    4. mbak kiki, boleh minta link download novel nya? aku ingin sekali membaca novel mbak hanum :)

      Delete
  4. Assalamu'alaikum Mba Hanum,
    Bravo mba, bukunya saya suka sekali! Saya jarang sekali nulis komen di blog2 lain, tp secara pribadi saya rasa saya berhutang moral buat bilang terima kasih sama Mba. Kenapa? Unik alasannya, karena saat ini saya sdg hamil anak ke 3 (yg Insha Allah lahir awal tahun depan). Awal kehamilan itu saya ngidam tour ke mesjid2. sholat di mesjid minimal 1 kali waktu sholat saja. Syukur2 bisa 2 x waktu sholat, saya mengerjakannya di mesjid. kebetulan tempat tinggal ortu dan saya tidak terlalu jauh dari mesjid2 besar di kota Bandung. Di mesjid, selain sholat, saya seperti dihinggapi ketenangan bila memperhatikan mihrab, hiasan2 atau ornamen2 islami yg menjadi dekorasi mesjid tersebut, hal itu membuat saya ga pusing2/mabuk. Saya juga bingung tapi bersyukur tentunya, mudah2an anak saya bisa jadi imam yang baik nantinya. Masuk ke kandungan 4 bulan, sekitar sebulan setengah lalu, saya ke toko buku dan beli bukunya Mba. Subhanallah, seperti lanjutan dari acara ngidam yg suka masuk mesjid, di buku mba, diceritakan betul perjalanan Mba dan suami selama di eropa mengungkap sejarah kejayaan Islam di sana, terutama saat ceritanya yang di Paris. Alhadulillah saya bersyukur sdh pernah ke sana, sehingga bisa membayangkan langsung pengalaman Mba di de Louvre. Sayangnya dulu saya hanya melihat semua itu dengan kacamata turis pada umumnya. Bahwa Paris, Napoleon, Notre Dome dan semuanya menyimpan sejarah yg mendalam yg berhubungan dgn peradaban Islam, baru saya tau dari bukunya Mba.
    Tambah lagi saat mba terangkan ttg kaligrafi Kufic. Subhanallah, mba...kok saya jadi dejavu. Dulu saya pernah mengambil course semiotic, linguistic, culture dan politics di Inggris. Semiotics salah satu course favorite saya, karena belajar tentang sign/tanda. Kelanjutan dri pelajaran itu adalah praktek membahas karya seni di museum milik kampus di Inggris. Kegiatan ini menyenangkan sekali. Kala itu, saya pernah ngebatin, ah, saya harus belajar Islamic art nih. Masa hanya belajar karya2 orang eropa saja.
    Jadi, saat mba singgung ttg kaligrafi Kufic, langsung semangat banget mba akunya. Sepertinya emang jalannya harus baca buku mba supaya saya kembali memiliki fokus pengamatan atau kegiatan yg baru yang dulu atau sebelumnya belum saya lakukan. Terlebih lagi, udh lama saya punya keinginan mempelajari Islam lbh dalam, tapi saya bingung dari topik mana saya masuk ke pembahasan tsb. Sekarang saya tau, saya memulainya dari Islamic art, khususnya kaligrafi Kufic, sesuai interest saya. Pecaya atau ga, saking semangatnya, saya sdh punya 2 sketsa Kufic yg saya coba buat, tetapi masih bertuliskan quotes. Hehe...saya rasa untuk awalnya cukuplah itu saya, belum berani menulis ayat Al-Quran. Itu pun sdh membuat saya senang dan berbahagia selama kehamilan yg msh harus dijalani sampai 3 bulan mendatang. Insha Allah.
    So, once again, terima kasih banyak Mba Hanum dan suami sudah membuat 99 Cahaya di Langit Eropa, yang tanpa disadari, berdampak lumayan dahsyat buat saya. Buku mba seperti petanda baru buat hal2 yang bisa saya sebut sebagai 'unfinished chapters' dalam hidup saya, sekaligus travel guide buat saya menjelajahi sejarah peradaban Islam dari sisi Islamic art, yang mudah2an berujung pada pendalaman pada Islam itu sendiri. Bagaimana sih sebenarnya orang Islam yang hakiki. Dan semoga anak saya yg dalam kandungan, yg membawa saya tour ke mesjid2 saat trimester pertama, betul2 bisa menjadi karakter muslim yg sebenarnya. Amin ya Rabbal'Alamiin. I could never thank you enough, Mba, more than you could ever imagine. Salam buat keluarga di rumah, semoga karya Anda selanjutnya, bisa menjadi inspirasi lain bagi generasi muda muslim di Indonesia. Sehat dan semangat terus ya!

    ReplyDelete
  5. saya benar2 ta'jub mbak. :)
    semoga ke ta'juban saya ndak cuma berhenti dimulut saja. semoga bisa juga mengikuti jejak mbak hanum...:)

    ReplyDelete
  6. assalamu'alaikum, saya fans amien rais semenjak remaja hingga sekarang, dari pemilu '99, '04 mengharapkan beliau memimpin negeri indonesia, Indonesia butuh figur pemimpin seperti bapak

    ReplyDelete
  7. ga sabar nunggu novel nya di film in :))

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. setelah baca sinopsisnya, pengen banget baca novel mb Hanum. dan aku jg pengen baget nulis lagi, dulu sempat bisa, tp entah kenapa, karena udah jarang nulis, ide2 di kepala terbang menghilang begitu saja.

    ReplyDelete
  10. Mantap . . . Menginspirasi Banget . . .

    ReplyDelete
  11. jadi penasaran ni palagi ama filemnya nati

    ReplyDelete
  12. Trailer 99 Cahaya di Langit Eropa :

    http://youtu.be/U8Hj8c92qow

    ReplyDelete
  13. Asw mb. Hanum,
    Alhamdulillah sekali ats pembuatan film 99 Cahaya di Langit Eropa.
    Insya Allah film ini bs mencerminkan missi Islam sbg Rahmatan lil alamin. Amin YRA.
    Sesuai bidang yg sy geluti, novel mb menginspirasikan sy utk membuat paket Umrah plus
    Eropa Muslim tour.
    Mungkin mb bs memberikan masukan / saran ttg program, sbb sy lihat banyak program Umeahmplus Eropa yg sama sekali tdk mencerminkan muslim tour nya...
    Tks seblmnya dan wass,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Tara Mahdi,that is a good idea, masyarakat muslim dunia sudah mengalahkan kristen dlm jumlah dan mungkin juga dalam masalah finance. artinya dah semakin banyak wisatawan muslim ingin menggali keislamannya kembali melalui jalur wisata dan ilmu syariah. Baik ke Eropa maupun ke Asia (jalur sutra) salah satunya novel mbak hanum ini. Mungkin nanti bisa dilanjutkan dengan novel serupa di jalur sutra,amin.

      Delete
  14. mbak,, alhamdulillah filmnya sudah di buat namun saya masih bingung mengapa muncul sosok fatin?

    ReplyDelete
  15. asslkm mba hanum.. saya suka sekali dengan buku 99 Cahaya di Langi Eropa..sehingga membangkitkan semangat saya kembali untuk mewudjudkan mimpi bisa keliling eropa .. semoga suatu hari mimpi saya terwujud..Aamiin..
    Ga sabar nunggu Film nya,,saya juga sudah tonton trailer nya. keren!!

    ijin share ya mba di blog saya http://inspirationmommy.blogspot.com/

    ReplyDelete
  16. saya suka sekali dengan buku 99 cahaya di langit eropa. disamping itu,saya sangat kagum dengan penulis yaitu mas rangga dan mba hanum. Saya pernah mengundang untuk talkshow di salah satu acara yang sangat sederhana, namun kedua penulis sangat ramah dan luar biasa materi yang disampaikan. salut, salah satu tokoh yang sangat saya idolakan

    ReplyDelete
  17. tadi saya lihat di 21 gading udah terpampang cover 99 cahaya di langit eropa ,, pasti kereen bngt ,,

    ReplyDelete
  18. Kebetulan saya suka sekali dengan Europa khususnya Paris. Memang belum pernah kesana, tp membaca sinopsis dr novel mba hanum ini saya jd semangat ingin kesana dan bisa melihat sndri apa yg mba tuliskan :) sukses terus untuk smua karyanya MBA :)

    ReplyDelete
  19. wah pengen beli neh,,,
    saya pernah menikmati bangunan bangungan in>>>Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides di novelnya Dan Brown yang Code Da Vinci, sangat menarik kalau Dan Brown membahas dari sisi Kristennya, Novel ini kayaknya membahas Kejayaan Islam di ERopa. Sebetulnya Dan brown sendiri gak benar2 membahas kekristenannya,,justru dia malah menceritakan kejanganggalan2 ajaran kristen,,,,

    ah saya sangat suka novel2 yang model beginian,,

    ReplyDelete
  20. alhamdulillah perjalan solo backpacking yg saya lakukan pertama kali adalah ke Spanyol & Marokko pada tahun 1993 ketika sedang belajar di Amerika..saya tulis dalam sebuah catatan, "Cordoba, mutiara yg hilang" sempat diterbitkan oleh Majalah Annida pada tahun 1998...tidak menyangka setelah kembali ke Indonesia tahun 1998, saya akhirnya menikah pada tahun 2012 dengan seorang muslim Amerika yg membawa saya kembali lagi ke Amerika...rupanya dalam kurun waktu 9 bulan kemudian, saya diundang untuk bicara di Nantes, Perancis pada January 2013 lalu, setelahnya saya & suami memutuskan untuk mengunjungi Andalusia...subhanallah, tidak menyangka akan kembali lagi ke bumi Islamic Spain setelah 20 tahun berlalu...kali ini, suaminya saya menyusuri bumi Andalusia dengan berpakaian ala orang Moors yg mengejutkan banyak orang...beberapa warga Spanyol juga sempat menanyakan apakah saya keturunan Andalusian Muslim yg nenek moyangnya diusir beberapa abad silam...saya hanya tersenyum simpul...anehnya suami saya slalu diikuti security guard yg khawatir kalau2 beliau akan melakukan shalat di dalam Masjid Cordoba yg kini sudah menjadi Cathedral...inshaAllah kami ingin kembali lagi ke Andalusia pada masa datang...apalagi kini kami kenal banyak saudara2 Spanish Muslim di sana...Allahu akbar!!! :)

    ReplyDelete
  21. Udah baca. Subhanallah sekali, buku ini sangat bermanfaat. Melihat sisi lain dari 'traveling' :)

    ReplyDelete
  22. berjuang terus dengan menciptakan novel2 yg islami lagi mbak harun..

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. nobar anak asuh http://lbpyd.binainsanmulia.org/ tunggu hari libur skolah zruuuuu...

    ReplyDelete
  25. Kapan ya aku bisa nonton filmnya? :-)

    ReplyDelete
  26. Subhanallah bagus sekali mbak karyanya. Terus kembangkan dan masuk ke dunia perfilman. Disarankan filmnya agak mendetail ya

    ReplyDelete
  27. novel terbaik tentang sejarah islam yang pernah saya baca..

    ReplyDelete
  28. cerita yg menginspirasi saya tuk belajar lebih ttg islam dan peradabannya. dan sy pun penasaran dg tempat2 di eropa yg menyipan kejayaan islam jaman dlu. pokonya sy hrs bs kelilng eropa dan kan kuceritakan pd smw. b'hanum TOP bgt karanya dan pengalamnnya;)

    ReplyDelete
  29. tinggal menghitung hari...
    5 Desember cepatlah datang

    ReplyDelete
  30. 2 hri lagi tayang ϑϊ bioskop dehhhhh gakkkkkk sabbbarrrrr pngnn nonton

    ReplyDelete
  31. ♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªBBBB mba Hanum,,,!!thanks atas Sinopsisnya!! Perfectly

    ReplyDelete
  32. Salam ♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªBBBB dari Muhammad Rusli-Flores NTT

    ReplyDelete
  33. bagus mbak hanum bukunya, saya sudah baca dari saya kelas 3 SMP dan sekarang saya kelas 2 SMA , dari dulu saya menanti adanya film dari novel ini dan akhirnya akan ditayangkan. alhamdulillah sekali, kisah dan cerita mbak hanum sangat menarik dan menambah pengetahuan saya tentang perkembangan islam di negara Turki dan lain-lain

    ReplyDelete
  34. mbak hanum, boleh minta yang e book nya gag?

    ReplyDelete
  35. Alhamdulillah, hari ini Filmnya sudah tayang di XXI dan saya salah satu penontonnya. Salut dan Salam Takzim untuk kedua Penulis. Barakallahulakuma

    ReplyDelete
  36. mba hanum, saya abis nonton filmnya, sumpah keren banget, kocaknya dapet, heart melting nya ada, tp ending nya malah bikin penasaran dah, ditunggu part 2 nya,,,

    ReplyDelete
  37. Aku barusan nonton filmnya....
    Ini baru pulang, ,heeem jd pingin ke eropa....

    ReplyDelete
  38. Aku udh nonton,excellent....sangat mengharukan...and ruaarrrr biasa.... jadi...penasaran yang part II..kapan yah..???

    ReplyDelete
  39. aq udah nonton maren mb hanum... g sabar pengen tau kelanjutannya...

    ReplyDelete
  40. Assalamualaikum. . Hi mba hanum salam kenal.. senang skali bisa menemukan blog nya mba hanum. Saya sangat excited dg karya2 mba hanum. Stiap plg kerja browsing video related to karya2 mba hanum. Mba saya pengen banget baca kedua bukunya mba hanum namun saat ini saya sedang menetap di dubai.. ada buku online ga yang bisa menyalurkan ketertarikan saya. Mhon informasinya bisa dkirim melalui fijramadhonarachmaesa@yahoo.com. . Terima kasig mba ... wass

    ReplyDelete
  41. Mbak Hanum, saya baru saja nonton film 99 Cahaya di Langit Eropa :) LUAR BIASA! kemasan yg apik dan unik untuk membawa penonton menuju sejarah Islam. Saya ingin sekali membeli bukunya :)

    ReplyDelete
  42. Setuju banget sama novelnya, kita sebagai umat ber-Agama gak seharusnya membeda-bedakan Agama yang satu dengan Agama yang lain! Tuhan kita sama kok, mungkin kalo di Islam dan Kristen cuma cara menyebutnya yang beda, dan juga mungkin cara merapal do'a dengan cara yang beda namun satu tujuan! Suka bingung sama front Islam di Indonesia, kenapa mereka selalu menganggap Islama yang paling benar?? Mereka belum tentu benar di hadapan-Nya!! Stop, beda-bedain Agama!

    ReplyDelete
  43. Ass wr wb,,,
    Pagi mba,,,maaf sy belum baca bukunya,,,tapi semalam sy baru liat filmnya,,,,sangat bagus dan terpatri di hati sy ,,yang sebagai seorang islam tp belum muslim,,,,,sebelum liat part 2 filmnya,,,sy mau baca bukunya,,,terima kasih mba dah mau tulis pengalaman mba untuk bisa km tau kebesaran illahi di dunia ini,,,,,

    ReplyDelete
  44. Assalammualaikum wr wb mbak hanum,''

    ReplyDelete
  45. Filmnya bagus banget mbak, Saya mau beli novelnya :) Dan setelah lihat film 99CDLE saya jadi cinta saama Islam mbak :) Begitu indah hidup menjadi Muslim :)

    ReplyDelete
  46. Hi, I loved the movie and I am interested in the English Translasi version of the book. Is there one that I can find?
    Email me for any Information..
    " ahmed_ocal@hotmail.com "
    Terima kasih.. I wish I could participate in part 2 of the filming..

    Semangat from a Turkish guy in Indonesia ;)

    ReplyDelete
  47. mbk hanum keren dech novelnya
    aku jadi pengen bisa buat novel yang bagus kayak mbk hanum
    do'ain ya biar bisa sukses.......... :D

    ReplyDelete
  48. Filmnya keren bgt... jadi mau nonton lagi

    ReplyDelete
  49. Hayo bu.. disapa para penggemarnya

    ReplyDelete
  50. buku sampeyan apik tenan. saya beli pas baru terbit, setahun lalu. saya suruh baca anak saya yang dulu kelas 3 SMK. 'Dek, kayaknya buku pasti dibikin film. Bagus." ucap saya sambil menyodorkan buku '99 Cahaya di Langit Eropa' ke anak ketiga saya, yang sekarang ngambil Lughoh di Ma'had. Masya Allah, buku itu satu proses penghampiran Islam dari sisi peradaban Islam, bukan dari traktat-traktat Islam. Subhanallah. Buku cerita, dan yang ditulis dengan pendekatan yang sangat segar, dan baru. Oh ya semalam, si sulung, lulusan UIN Jakarta, pulan malam dari BTM Bogor, habis nonton film '99 Cahaya di Langit Eropa"
    "Filmnya bagus, Pak. Tapi, ada Part 2 nya..."
    "Karcisnya berapa?"
    "Dua puluh lima ribu."
    " Masuk jam berapa?"
    "Jam dua."
    Salam. Yudi Pramuko, Guru Ngaji Metode Ojolali

    ReplyDelete
  51. waah mba Hanum ini memang berbakat dalam menulis novel, Trenyuh bngt pas aku liat film nya, benar2 luar biasa kberadaan dan sejarah islam sampai saat ini di eropa. Doakan saya ya supaya bisa keliling Eropa untuk mengagumi secara langsung keagungan Allah SWT

    ReplyDelete
  52. wah mantep abis euy.... keren keren dah pokonya ....

    ReplyDelete
  53. Salam kenal mba Hanum,,
    segala kisah yang ditoreh kan dalam buku berjudul 99 Cahaya di langit Eropa benar2 membuka mata dunia, bahwa peradaban Islam itu pernah amat sangat maju pun membawa pengaruh besar di negeri Eropa, namun sayang kini hanya menjadi kaum minoritas.
    Tidak Salah jika buku mba ini di apresisasikan dan visulisasikan lewat film, semakin membuka tabir sejarah yang mungkin belum banyak orang yang tau

    ReplyDelete
  54. maknanya sangat dalam, dan ini juga termasuk ilmu pengetahuan

    teteh terimakasih sudah menginspirasi banyak orang

    ReplyDelete
  55. Jajan takut akan masalah besar.. karna ada ALLAH yg lebihhhhh besar dr segala-galanya.trimakasih mba hanum..critanya sngt menginspirasi,jgn pernah mengeluh atas apapunn

    ReplyDelete
  56. Assalamu'alaikum...Syukron mb hanum, setelah melihat filmnya sy jadi ingin segera membaca bukunya sebelum melihat film ke dua nya. kata-kata dan ceritanya sangat bagus dan menginspirasi mb hanum...Apalagi kata2nya Aisha "Hei masalah besar, Aku punya Allah yg lebiiihhh besar...Hmm denger itu sy lngsung merinding mb"...congrats mb Hanum, kami tunggu season 2 nyaa..Wsslm..-Mufidah-

    ReplyDelete
  57. saya bangga kpd mba hanum yg bisa berkesempatan mengelilingi eropa untk mengetahui jejak dan sejarah peradaban islam di eropa. yang tadinya org tidak tahu dg menonton film dan membaca buku 99 cahaya di langit eropa semua org jd tahu tetang islam yg menakjubkan.

    ReplyDelete
  58. Assalamu'alaikum mba Hanum :) semoga kabar baik selalu menyertaimu. ^^.
    Aku langsung menulis di blog setelah setelah selesai membaca buku 99CahayadiLangitEropa http://blog-helloyeni.blogspot.com/2013/03/book-of-99-cahaya-di-langit-eropa.html >.<
    Dan, setelah menenton film nya, aku kembali menuliskan pendapat tentang film 99CahayadiLangitEropa http://blog-helloyeni.blogspot.com/2013/12/nice-movie-99-cahaya-di-langit-eropa.html :D

    ReplyDelete
  59. http://apapunsilakan.blogspot.com/2013/12/salah-satu-pengertian-99-cahaya-di.html

    salah satu yang saya tangkap dan dengar tentang film ini..

    ReplyDelete
  60. Saya berminat dengan novel ni.. Bila mahu pasarkan di malaysia??

    ReplyDelete
  61. Luar Biasa Cerita nya Mbak Hanum, Saya sampai menitikan Air mata ketika Tahu sejarah2 islam yg ternyata banyak yg belum saya ketahui, salah satu nya Kalimat Lailahaillallah di hijam nya Bunda maria...
    Semoga kedepan nya Lebih bnyak lagi Sejarah Islam Yg akan Terungkap.. :)

    ReplyDelete
  62. jadi penasaran nonton film nya nih.... ada acha septriasa, dewi sandra, dll penasaran...

    ReplyDelete
  63. Luar biasa keren..^_^ suka dan sukaa bangett

    ReplyDelete
  64. aku udh nonton filmnya hari selasa kemarin.... jadi gk sabar nonton 99 cahaya di lngit eropa part 2... keren pastinya. seru banyak pengetahuan yg bisaa diambil..

    ReplyDelete
  65. Hallo mba hanum, sejujurnya saya tdk prnh tau ttg buku yg mba terbitkan dan film yg ditayangkan. Seorg tmn memberikan info ttg pengalaman mba di sejumlah negeri eropa ttg islam. Berhubung saya tinggal di eropa saya merasa tertarik dan penasaran dgn hal yg mba temukan ttg islam . Sekiranya saya ingin tanya apakah buku mbak di terbitkan di eropa jg? Dan apakah mbak membuat bbrp versi bhsa? Terima kasih sblmnya. Cukup sedih krna saya tdk bsa menonton filmnya.. :(

    ReplyDelete
  66. Asslkm...Terima kasih Mb hanum atas tulisan-tulisan emasnya sehingga kita semua mendapatkan pengetahuan yang begitu banyak mengenai islam. Sukses selalu untuk Mba hanum dan Keluarga Mb :)

    ReplyDelete
  67. saya pun kagum dengan memonton filmnya, saya berharap bisa diteruskan dengan membaca bukunya. sukses ya Mbak Hanum.

    ReplyDelete
  68. cerita di novel maupun di novelnya sungguh luar biasa... saya dibuat tercengah waktu melihat filmnya.. semoga bisa menjadi inspirasi bagi siapapun orangnya dalam mengenal islam.

    sampaikan salam saya juga untuk pak amin rais.. ;)

    ReplyDelete
  69. koq pas saya liat filmnya. ceritanya masih ada lnjutan part 2?? kenpa engga sekligus di selesaikan filmnya.

    ReplyDelete
  70. Sangat filmm yang istimmewa menurut saya karena yg sangat motivvasi bgi umat islam bahwa islam itu luas

    ReplyDelete
  71. kasih link web buat download filmnya donk

    ReplyDelete
  72. setelah baca novel mb hanum saya jadi rindu pada tetangga saya (non muslim) dulu rumahnya di samping rumah saya, sekarang sudah pindah.
    saya juga jadi teringat saat musywil IPM JABAR ke-XIII, saat itu ada seminar...
    yang saya masih ingat pertanyaan saya saat itu: "pak, sya pernah membaca majalah suara muhammadiyah, ada sekolah muhammadiyah yang ternyata siswanya mayoritas non muslim" lalu bapak itu menjawab dengan singkat apa yang mesti dilakukan siswa2 minoritas (muslim), jawabannya yaitu : "tingkatkan prestasi".
    seperti kata mb hanum dalam novelnya, misi kita adalah menjadi muslim yang baik :)
    salam kenal,

    Lia

    ReplyDelete
  73. novelnya sih bagus
    tapi dihatiku ini sungguh miris kenapa zaman ini adalaha zaman kegelapan islam
    seperti eropa zaman dark age
    dunia ini sungguh aneh
    yang awalanya adalah cahaya emas dan penuh kedamaian akhirnya menjadi gelap dan kelam

    maaf bila salah kata atau membuat kata2 tersinggung
    peace

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Haryo Ulthan, jangan sedih, jaman ini bukanlah jaman kegelapan Islam kalau kita mau sedikit saja belajar agama Islam maka cahayanya akan bersinar berkilau-kilau. Karena jaman ini adalah jaman kebangkitan Islam (abad ke 15) Cobalah belajar Islam melalui jalur ini www.muslim.or.id semoga berkenan. Salam damai

      Delete
  74. Assalamualaikum wr.wb . Hallo Mbak Hanum , apa kabar ?! Terimakasih banyak kepada mbak Hanum yg udah berbagi cerita lewat Novelnya, terutama di novel ''99 cAHAYA DI LANGIT EROPA" makasih banyak mbak udah secara tidak langsung membuka hati saya untuk menelusuri jalan menuju Islam. saya tidak bisa berkata apa2 selain Subhanallah. Kini saya sedang bekerja keras dan menabung untuk mendatangi titik nol tersebut, semoga undangan Allah cepat sampai kepada kami semua yg belum sempat di undang ke sana. Amiinnnn

    ReplyDelete
  75. Sungguh menarik untuk dihayati, dgn kisah yg dapat memotifasi setiap orang yg membaca dan cerita yg sangat mendidik tentunya, sungguh saya ucapkan selamat dan terimakasi kpm mb Hanum Rais..

    ReplyDelete
  76. Salam kenal mbak Hanum... Bukumu benar2 buku yg fenomenal.. I love it...
    ^_^

    ReplyDelete
  77. Wah.. film nya keren bget.. diantara byak film yg qa tonton film ini paling bagus dan berkesan.. secara.. aku suka jalan2 liat pmandangan-indahnya kekuasaan Allah Swt.
    spertinya film ini jadi tontonan wajib deh untuk umat Islam biar bangga dgn ke-Islam-annya, dan sangat menginspirasi.. apalagi pemandangan di eropanya wah.. penonton sgt dimanjakan sekali dgn keindahannya.. rasaanya pengen nonton lagi.. hehe.. pengen beli novelnya di Gramed kemaren habis.. skrg dah ada film-nya part 2, pengen nonton lagi ah..

    ReplyDelete
  78. fillm keduanya membuat sangat terharu mba.. apalagi pas ending..^^

    ReplyDelete
  79. Congrate 4 mbak Hanum, tetaplah berkarya smg Islam di Indonesia semakin damai dan membukakan mata cinta terhadap umat islam itu sendiri. Kalau boleh buat novel 99 cahaya cinta di 'jalur sutra' ya mbak (termasuk Indonesia), pasti asyik insyaAllah

    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.
    “Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesa-lahanku dengan salju, air dan air es”.

    ReplyDelete
  80. Subhannallah,.
    film yg di angkat dari novel ini bagus
    menambah wawasan juga
    :)

    ReplyDelete
  81. Subhanallah, cerita yang mendebarkan dan membuka mata kita, semangaaat untuk mbak hanum ...(^-^) ...

    ReplyDelete
  82. assalamualaikum mbak... saya dari Malaysia.. maaf sebelumnya andai apa yang saya ingin tanyakan mungkin repotin mbak.. saya terbaca sinopsis novel mbak ini ketika saya ingin mencari g mana ingin membeli novel yg berada di Indonesia melalui Online.. apa bisa mbak utk mencari Novel mbak di toko buku online atau perlu saya meminta kenalan untuk beli untuk saya di sana.. kerana saya merasa sulit untuk membeli secara online.. mohon dijelasin ya mbak.. maaf mbak jika bahasa saya asing bagi mbak...makasih...

    ReplyDelete

Hi 99ers,
Silahkan ajukan pertanyaan , saran ataupun kritik tentang karya dan kegiatan hanum rais. Kami akan menjawabnya. No question yang menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) ya ^_^